Ambon, SPN -Sekretaris Daerah Maluku, Sadali Ie, membuka kegiatan Penanaman 500 Anakan Pohon dalam rangka Peringatan Hari Ulang Tahun ke-25 Balai POM di Ambon dan Dies Natalis ke-63 Universitas Pattimura, yang berlangsung di halaman Fakultas Pertanian Unpatti, Ambon, belum.lama ini.
Kegiatan ini merupakan wujud kolaborasi antara Balai POM dan Universitas Pattimura dalam mendukung pelestarian lingkungan serta aksi nyata menjaga keberlanjutan lingkungan hidup di Maluku.

Dalam sambutannya, Sekda Maluku menyampaikan apresiasi atas inisiatif tersebut dan mengajak seluruh elemen masyarakat, khususnya kalangan akademisi, untuk menjadikan penanaman pohon sebagai gerakan berkelanjutan, bukan sekadar kegiatan seremonial.
Sadeli le menyatakan, atas nama Pemerintah Provinsi Maluku, pihaknya mengapresiasi gerakan penanaman serentak yang diprakarsai oleh Balai POM dan difasilitasi oleh Universitas Pattimura. Ini bukan sekadar kegiatan simbolis, tetapi wujud komitmen bersama dalam menjaga kelestarian lingkungan.
Menurutnya, penanaman 500 anakan pohon harus dimaknai sebagai bagian dari upaya menjaga keseimbangan ekosistem sekaligus langkah mitigasi perubahan iklim. Ia menekankan pentingnya pengawasan dan penyulaman agar tingkat keberhasilan tumbuh tanaman dapat optimal.
Sementara Rektor Universitas Pattimura Ambon, Prof. Dr. Fredy Leiwakabessy, M.Pd pada kesempatan itu menekankan pentingnya sinergi antar lembaga dalam membangun daerah, melalui pendekatan berbasis ilmu pengetahuan, lingkungan, dan keberlanjutan.
Rektor menyoroti relevansi gerakan penanaman satu juta bibit sebagai bagian dari upaya memperkuat ekosistem pangan dan obat-obatan yang berkualitas.
Ia menjelaskan bahwa Universitas Pattimura memiliki tiga pusat studi strategis, yakni Pusat Studi Sumber Daya Alam dan Lingkungan, Pusat Studi Produk Keunggulan Daerah, serta Pusat Studi Obat dan Makanan. Ketiga pusat studi tersebut diarahkan untuk mendukung hilirisasi hasil riset, khususnya dalam pengembangan produk pangan dan obat berbasis potensi lokal.
Rektor Unpatti mendorong Fakultas Pertanian untuk mengambil peran strategis dalam penyediaan satu juta bibit tanaman sebagai wujud kontribusi nyata universitas terhadap upaya pelestarian lingkungan serta penguatan ketahanan pangan.
Rektor menambahkan, Universitas Pattimura harus tampil sebagai pusat pengembangan sekaligus distribusi bibit unggul di Maluku, bukan hanya sebagai pengguna atau pembeli dari pihak lain.
Pada kesempatan tersebut Kepala Badan Pengawasan Obat Dan Makanan Provinsi Maluku Ismail, S.Si., S.Farm., M.P menambahkan, sebagai institusi pengawas obat dan makanan, BPOM selama ini dikenal melalui fungsi laboratorium, pengujian, sertifikasi, penerbitan izin edar, serta pengawasan pre-market dan post-market.







