BOGOR, SPN — Ratusan pesilat dari berbagai daerah mengikuti Festival Pencak Silat Seni Kebun Raya Bogor Cup IV 2026 yang digelar di Kebun Raya Bogor, Jawa Barat, pada 25-27 September 2026.
Festival bertema “Pencak Silat untuk Memperkuat Martabat Bangsa” itu diikuti pesilat dari Jawa Barat, DKI Jakarta, Banten, dan Lampung.
Selain menjadi ajang kompetisi, kegiatan tersebut menjadi sarana untuk mengenalkan sekaligus menjaga keberlanjutan tradisi pencak silat seni kepada generasi muda.
Peserta berasal dari berbagai kelompok usia, mulai dari prausia dini, usia dini, praremaja, remaja, hingga dewasa. Adapun kategori yang dipertandingkan meliputi tunggal, ganda, regu, dan cerita pencak silat.
Ketua Dewan Pengarah Festival Pencak Silat Seni Tradisi Kebun Raya Cup IV, Helmi Sutikno atau Abah Helmi, mengatakan pencak silat tidak hanya berkaitan dengan kemampuan bertanding.
“Pencak silat memiliki dimensi yang lebih luas daripada sekadar kemampuan bertanding. Di dalamnya ada disiplin, penghormatan, persaudaraan, sportivitas, dan karakter,” ujarnya.
Menurut dia, nilai-nilai tersebut penting untuk terus diwariskan kepada generasi berikutnya.
Semangat persaudaraan dan persatuan juga menjadi bagian dari Prasetya Pesilat Indonesia, yang menekankan kecintaan terhadap bangsa dan tanah air serta nilai kebenaran, kejujuran, dan keadilan.
Penyelenggara menyebut lebih dari 400 pesilat hadir dalam rangkaian pembukaan festival. Selain pertandingan, kegiatan juga diisi demonstrasi pencak silat seni tradisi dan penampilan sejumlah tokoh pencak silat Jawa Barat.
Festival tersebut juga menjadi momentum untuk mempertemukan pencak silat dengan kawasan Kebun Raya Bogor yang memiliki sejarah panjang dalam bidang ilmu pengetahuan dan konservasi tumbuhan.
Kebun Raya Bogor didirikan pada 18 Mei 1817 dan berkembang menjadi salah satu pusat penelitian, pendidikan, eksplorasi, serta konservasi tumbuhan di Indonesia.
Sementara itu, pencak silat telah ditetapkan UNESCO sebagai Warisan Budaya Takbenda pada 2019.
Bagi PT Mitra Natura Raya (MNR), selaku mitra pengelola pelayanan publik Kebun Raya Bogor, kegiatan tersebut merupakan bagian dari upaya menghadirkan aktivitas yang memiliki nilai edukasi dan budaya sekaligus melibatkan masyarakat.
“Melalui Festival Pencak Silat Seni Kebun Raya Bogor Cup IV 2026, tradisi tidak hanya dipertontonkan, tetapi juga dipraktikkan dan diwariskan,” demikian disampaikan Marga Anggrianto selaku Managing Director PT Mitra Natura Raya.

Penyelenggara berharap kegiatan tersebut dapat memperluas pemanfaatan Kebun Raya Bogor sebagai ruang pertemuan pengetahuan dan budaya, sekaligus mendekatkan generasi muda dengan warisan budaya Indonesia yang masih hidup di tengah masyarakat. ***









