Jember SPN— Pemerintah pusat melalui Kementerian Pekerjaan Umum menyatakan kesiapan mendukung pembangunan Flyover Mangli di Kabupaten Jember, Jawa Timur. Proyek ini ditargetkan mulai dikerjakan pada 2026 sebagai solusi jangka panjang mengatasi kepadatan lalu lintas di kawasan strategis tersebut.
Menteri PU Dody Hanggodo meninjau langsung lokasi rencana pembangunan di Simpang Empat Mangli bersama Bupati Jember Muhammad Fawait, Minggu (22/2/2026). Simpang ini merupakan pertemuan Jalan Brawijaya dan Jalan Hayam Wuruk yang menjadi gerbang utama menuju pusat Kota Jember sekaligus jalur penting distribusi barang dan mobilitas warga.
Dalam kunjungan tersebut, Menteri Dody menegaskan bahwa pembangunan flyover akan dilakukan secara kolaboratif antara pemerintah pusat dan Pemerintah Kabupaten Jember, terutama terkait penyediaan lahan.
“Kita akan kerjakan bersama-sama dengan Pak Bupati. Saya minta lahannya yang diperlukan untuk membangun sekitar 1,1 kilometer flyover ini disiapkan,” kata Menteri Dody.
Ia menekankan bahwa desain flyover harus dirancang secara komprehensif dengan mempertimbangkan proyeksi pertumbuhan lalu lintas dalam jangka panjang. Menurutnya, infrastruktur yang dibangun saat ini harus mampu menjawab kebutuhan hingga 20 tahun ke depan.
“Kalau hanya dua jalur, lima tahun bisa penuh lagi. Kemacetan di flyover jauh lebih berbahaya dibandingkan di jalan biasa. Karena itu, kita harus hitung matang agar aman dan fungsional dalam jangka panjang,” tegasnya.
Simpang Mangli dinilai memiliki peran vital dalam mendukung aktivitas ekonomi, distribusi logistik, serta pengembangan kawasan menuju arah industrialisasi sesuai visi Pemerintah Kabupaten Jember. Kehadiran flyover diharapkan tidak hanya memperlancar arus kendaraan, tetapi juga meningkatkan keselamatan pengguna jalan di titik rawan kepadatan tersebut.
Sebagai langkah awal, Kementerian PU akan memulai pemetaan lokasi serta penyusunan Detailed Engineering Design (DED). Setelah tahapan perencanaan dan kesiapan lahan terpenuhi, konstruksi ditargetkan dapat dimulai pada 2026 dengan estimasi waktu pengerjaan sekitar tiga tahun.
“Estimasi kebutuhan anggaran masih dalam tahap perhitungan dan akan disesuaikan dengan hasil DED serta kesiapan lahan. Mudah-mudahan 2026 sudah bisa mulai pekerjaan,” ujar Menteri Dody.
Bupati Jember Muhammad Fawait menyambut baik dukungan pemerintah pusat terhadap rencana pembangunan tersebut. Ia menilai kunjungan Menteri PU menjadi sinyal kuat komitmen percepatan pembangunan infrastruktur di daerah.
“Pemerintah Kabupaten Jember optimistis kolaborasi antara pemerintah pusat dan daerah dapat mempercepat pembangunan infrastruktur serta mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat,” ujar Muhammad Fawait.
Dengan dukungan lintas pemerintah, proyek Flyover Mangli diharapkan menjadi solusi strategis untuk meningkatkan konektivitas dan daya saing wilayah Jember dalam beberapa tahun ke depan.











