JAKARTA, SPN – Aksi demonstrasi mahasiswa peringatan dua tahun pemerintahan Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka pada Selasa, 20 Oktober 2026, masih berlangsung hingga sore hari di Jakarta, Yogyakarta, dan Makassar.
Aksi simbolik dimulai pukul 09.00 WIB di Tugu Proklamasi, Menteng, Jakarta Pusat. Mahasiswa yang tergabung dalam Komite Sadar (Selamatkan Daulat Rakyat) menggelar Mimbar Bebas Indonesia Sadar.
Massa kemudian bergeser ke Tugu Tani, Menteng Raya, pukul 15.00 WIB. Hingga sore ini massa masih bertahan.
“Untuk massa saya sendiri bisa dibilang sekitar 500-700 orang. Kami sendiri sudah melakukan konsolidasi kemarin dan sudah ada beberapa unsur masyarakat sipil serta mahasiswa yang memang sudah mengonfirmasi,” kata Hafidz Hernanda, Koordinator Sosial dan Politik BEM UI.
Kampus yang tergabung antara lain UI, ITB, Unpad, Undip, UNNES, UGM, UPN Veteran Yogyakarta, Unair, Universitas Brawijaya, PNJ, dan ULM Kalimantan Selatan.
Hafidz menegaskan surat yang disampaikan kepada kepolisian merupakan pemberitahuan pelaksanaan aksi, bukan permohonan izin.
“Bila memang ada kawan-kawan yang ingin lebih dari jam 6 sore itu tidak apa-apa, itu hak kami sebagai rakyat,” ujarnya.
Polda Metro Jaya mengerahkan 9.505 personel gabungan TNI-Polri. Polisi mengimbau masyarakat menghindari kawasan Monas, Sudirman-Thamrin, Gedung DPR/MPR, Tugu Tani, UKI Cawang, Bundaran Senayan, dan Rawamangun. Dishub DKI siagakan 60 personel.
Di Yogyakarta, ribuan peserta aksi mendatangi kantor DPRD DIY secara bergantian sejak siang hari. Kelompok pertama tiba sekitar pukul 12.00 WIB berasal dari HMI, disusul mahasiswa berbagai kampus berbaju hitam membawa spanduk.
Kemudian mahasiswa UII dengan almamater biru membawa mobil pikap dan UMY dengan almamater merah bergabung. Mereka bertahan di depan gerbang DPRD DIY hingga memenuhi Jalan Malioboro sambil menyampaikan orasi.
Dalam aksinya, mahasiswa turut menyoroti penanganan bencana yang dinilai lambat serta dugaan kasus korupsi Dana Siap Pakai di BNPB. Mahasiswa UII membawa tujuh poin tuntutan, antara lain evaluasi penanganan karhutla, penghentian serta evaluasi program Makan Bergizi Gratis (MBG), dan evaluasi Koperasi Desa Merah Putih (Kopdes).
Di Makassar, Sulawesi Selatan, demonstrasi tersebar di 33 titik dengan pengamanan ketat. Pengamanan gabungan sebanyak 3.000 personel disiagakan untuk mengawal puluhan titik aksi agar tetap kondusif.
Di Riau, BEM Unilak dan BEM UIR menggelar demo di Kantor Gubernur Riau pukul 13.00 WIB. Sejumlah pejabat Pemprov Riau disiapkan menemui mahasiswa karena Plt Gubernur Riau SF Hariyanto berada di Bandung.
5 Tuntutan Mahasiswa:
1. Karhutla dab banjir jadi bencana nasional, pulihkan kesehatan warga, cabut izin korporasi
2. Perbaiki tata kelola ekonomi, pulihkan kepercayaan pasar
3. Hentikan pembatasan kebebasan berpendapat
4. Berantas korupsi, kolusi, dan nepotisme (KKN)
5. Turunkan biaya pendidikan, kesehatan, dan layanan publik









