Jakarta SPN– Upaya peningkatan transparansi dan akuntabilitas penanganan bencana di Sumatera kini diperkuat melalui pemanfaatan teknologi digital. Sebuah dashboard pemantauan real time dihadirkan untuk memungkinkan masyarakat dan media memantau langsung progres penanganan bencana di wilayah terdampak.
Menteri PU Dody Hanggodo menyampaikan bahwa keterbukaan informasi menjadi elemen penting dalam penanganan bencana, terutama dalam memastikan publik mengetahui langkah-langkah yang telah dan sedang dilakukan di lapangan.
“Progres penanganan bencana, mulai dari jumlah personel, alat berat, hingga tahapan perbaikan yang sedang dan telah dilakukan, semuanya kami sampaikan secara online. Informasi tersebut diperbarui setiap hari dan dapat dipantau secara langsung,” ujar Menteri Dody. Pada siaran pers, Sabtu (17/01/2026)

Dashboard ini berfungsi sebagai pusat integrasi data penanganan bencana di Sumatera. Melalui sistem tersebut, masyarakat dapat memantau perkembangan penanganan bencana di Provinsi Aceh, Sumatera Barat, dan Sumatera Utara, mulai dari fase tanggap darurat hingga tahap rehabilitasi dan rekonstruksi.
Informasi yang disajikan mencakup lokasi kejadian bencana, jenis dan dampak bencana, progres penanganan, serta monitoring dan evaluasi peralatan, sarana prasarana, dan personel satuan tugas di lapangan. Seluruh data dihimpun dari unit-unit organisasi terkait dan disajikan secara terpadu.
Salah satu keunggulan dashboard ini adalah keterintegrasiannya dengan platform kebencanaan nasional berbasis data geospasial, sehingga data yang ditampilkan bersifat komprehensif, akurat, dan selaras dengan sistem penanggulangan bencana secara nasional.
Dashboard pemantauan penanganan bencana Sumatera dapat diakses publik melalui portal Sistem Informasi Geospasial Infrastruktur (SIGI). Melalui portal tersebut, pengguna dapat melihat dokumentasi foto, titik lokasi bencana, penyebab dan dampak kejadian, serta tindak lanjut penanganan yang dilakukan di lapangan.
Dengan kehadiran dashboard real time ini, diharapkan penanganan bencana di Sumatera dapat dipantau secara terbuka dan berbasis data, sekaligus memperkuat kepercayaan publik terhadap respons pemerintah yang cepat, terkoordinasi, dan transparan dalam menghadapi bencana.







