AMBON, SPN – Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia menargetkan seluruh desa dan dusun di Provinsi Maluku sudah teraliri listrik pada 2029-2030. Target tersebut disampaikan saat membuka Rakerda Partai Golkar di Ambon, Maluku, Sabtu (7/11/2026).
Bahlil mengaku prihatin dengan masih adanya kesenjangan infrastruktur energi di tanah kelahirannya. Ia mencontohkan Pulau Run di Kepulauan Banda, Maluku Tengah, yang hingga tahun lalu belum menikmati listrik 24 jam penuh.
“Saya pasang target, semua desa di Provinsi Maluku harus sudah ada listrik pada 2029-2030,” tegas Bahlil.
Secara nasional, Bahlil menyebut masih ada sekitar 11.000 desa dan dusun di Indonesia yang belum mendapatkan akses listrik yang memadai, terutama di wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T).
Untuk mengejar target tersebut, pemerintah menyiapkan dua program utama. Pertama, Program Listrik Desa (Lisdes) yang fokus membangun dan memperluas jaringan listrik ke daerah terpencil yang belum terjangkau jaringan PLN. Kedua, Program Bantuan Pasang Baru Listrik (BPBL) yang memberikan sambungan listrik gratis langsung ke rumah warga kurang mampu.
Pada 2025, pemerintah menargetkan 1.400 desa teraliri listrik. Target tersebut akan naik signifikan menjadi 4.200 desa pada 2026 dan jumlah yang sama pada 2027, melalui kolaborasi pemerintah daerah dan PT PLN (Persero).
Bahlil optimistis, dengan kolaborasi lintas sektor, ketimpangan akses energi di wilayah kepulauan seperti Maluku bisa tuntas pada 2030. Listrik bukan hanya penerangan, tetapi kunci untuk pendidikan, kesehatan, dan ekonomi masyarakat.









