Menurut Rano, Akmil tidak hanya mencetak pemimpin melalui sistem pendidikan, tetapi juga membentuk karakter, disiplin, dan keteladanan.
“Pemimpin sejati tidak hanya dilahirkan, tetapi juga dibentuk melalui proses panjang pendidikan, pengabdian, dan tanggung jawab,” tutur jenderal bintang dua yang pernah menjabat Dandim 1701/Jayapura itu.
Rano mencontohkan beberapa lulusan Akmil yang kemudian menjadi Presiden Republik Indonesia, seperti Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) dan Prabowo Subianto, sebagai bukti kontribusi lembaga tersebut dalam mencetak pemimpin bangsa.
Pertemuan juga diwarnai diskusi seputar peran media dalam pembinaan generasi muda, penguatan kepemimpinan, kegiatan retret serta isu-isu kebangsaan, termasuk situasi Papua.








